Sosialisasi Keselamatan & Kesehatan kerja (K3) Pekerjaan Konstruksi Tahun 2013

Sinjai - Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kab. Sinjai melalui dana dekonsentrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sulawesi Selatan melaksanakan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerjaan konstruksi. Sosialisasi ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Hotel Rofina Sinjai, mulai tgl 19 s.d 21 Juni 2013.

Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerjaan konstruksi tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kab. Sinjai H. Ahmad Suhaemi, SE.M.Si. Peserta sosialisasi sebanyak 30 orang yang berasal dari pelaku jasa konstruksi di kabupaten sinjai. Pemateri Kegiatan Sosialisasi berasal dari Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Propinsi Sulawesi Selatan, yaitu Giawan Lussa, SH.MH., Akhriyanto, SE, dan Andi Yulia, ST.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Nakersostrans Sinjai memaparkan bahwa "Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala upaya untuk mengendalikan risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kebutuhan dasar manusia dalam bekerja dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan itu sendiri. Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar  bagi kelangsungan suatu usaha. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang  tidak  sedikit  jumlahnya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan  oleh teknologi  apapun".

Sementara itu, Giawan Lussa, SH.MH, Narasumber Sosialisasi dari Dinas Tenaga Kerja propinsi Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa "Kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih sering terjadi, baik pada skala pekerjaan konstruksi kecil maupun besar, dan menggunakan teknologi tinggi maupun sederhana. Hal ini dimungkinkan bilamana penerapan penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kegiatan konstruksi belum sepenuhnya di laksanakan atau kurang memahami pentingnya menyelenggarakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada setiap pelaksanaan pekerjaan. Bagi perusahaan, kecelakaan kerja mengakibatkan berbagai kerugian, yaitu rusaknya material, keterlambatan jadwal proyek (project schedule), buruknya citra dan tingkat kepercayaan perusahaan di masyarakat terutama dihadapan klien/owner project, dan lain-lain. Akibat kerugian-kerugian tersebut maka pengendalian terhadap bahaya kecelakaan dan kesehatan kerja pada kegiatan pekerjaan konstruksi mutlak diperlukan".

"Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperusahaan sesungguhnya merupakan suatu kebutuhan, baik dalam rangka pertimbangan ekonomi (efisiensi dan safety), maupun kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan" lanjut Giawan Lussa, SH.MH.
Share on Google Plus

About Disnakersostrans Sinjai

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Mantapp programnya

    semoga bisa meningkatkan zero accident di konstruksi
    Kami dukung penerapa indonesia berbudaya k3 di indonesia

    salam k3
    LT

    BalasHapus